Bagi investor rata-rata, kehancuran pasar adalah tragedi. Portofolio menyusut, rencana pensiun tertunda, dan warna merah mendominasi layar. Namun, bagi trader profesional, kehancuran hanyalah sebuah "perubahan tren." Faktanya, karena rasa takut adalah emosi yang lebih kuat daripada keserakahan, pasar seringkali jatuh lebih cepat daripada naik. Hal ini menjadikan short selling sebagai strategi yang umum digunakan selama tren menurun, bila diterapkan dengan manajemen risiko yang tepat.
Shorting adalah tindakan mencoba mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset. Ketika Anda melakukan short Bitcoin atau Ethereum, Anda mengambil posisi bahwa harganya mungkin turun. Jika turun, Anda menghasilkan uang. Jika naik, Anda kehilangan uang.
Kedengarannya sederhana, tetapi mekanisme "menjual apa yang tidak Anda miliki" bisa membingungkan bagi pemula. Panduan ini bertujuan untuk menjelaskan dasar-dasar short selling, menguraikan cara umum trader mengeksekusi posisi short, dan menyoroti risiko utama yang harus dipahami sebelum terlibat dalam jenis trading ini.
Konsepnya: Bagaimana Anda Bisa Menjual Sesuatu yang Tidak Dimiliki?
Untuk memahami shorting, Anda harus memisahkan "aset" dari kontrak trading.
Di pasar spot tradisional (seperti membeli emas fisik), Anda tidak bisa menjual apa yang tidak Anda miliki. Anda harus membeli dulu, lalu menjual nanti.
Di pasar shorting, prosesnya terbalik: Anda menjual dulu, lalu membeli nanti.
Di bawah ini adalah contoh sederhana bagaimana perdagangan short klasik bekerja:
- Meminjam: Anda meminjam 1 Bitcoin dari pemberi pinjaman (biasanya broker atau bursa Anda) ketika harganya $50.000.
- Menjual: Anda segera menjual Bitcoin yang dipinjam di pasar. Anda sekarang memiliki $50.000 tunai, tetapi Anda berutang 1 Bitcoin kepada pemberi pinjaman.
- Menunggu: Harga Bitcoin anjlok ke $40.000.
- Membeli Kembali (Menutup Posisi): Anda menggunakan $40.000 dari uang tunai Anda untuk membeli kembali 1 Bitcoin dari pasar.
- Mengembalikan: Anda mengembalikan 1 Bitcoin kepada pemberi pinjaman untuk melunasi utang Anda.
- Mendapatkan Keuntungan: Anda memiliki sisa $10.000. Ini mewakili hasil dari perdagangan tersebut.
Jika pasar bergerak ke arah yang berlawanan dan harga naik, kerugian dapat meningkat sesuai dengan itu.
Dalam trading modern, sebagian besar ini terjadi secara otomatis di latar belakang. Anda cukup mengklik "Jual," dan platform menangani peminjaman dan penjualan secara instan.
3 Cara untuk Short Crypto
Tidak hanya ada satu cara untuk melakukan short. Metode yang Anda pilih tergantung pada toleransi risiko Anda, yurisdiksi Anda, dan apakah Anda ingin memiliki koin atau hanya memperdagangkan harga.
1. CFD Kripto (Contract For Difference)
Ini adalah rute paling langsung bagi trader di yurisdiksi yang diatur (di luar AS).
- Cara Kerjanya: Anda tidak meminjam atau memiliki kripto apa pun. Anda menyetujui kontrak dengan broker untuk menukar perbedaan harga. Jika harga pasar turun, posisi tersebut dapat menghasilkan keuntungan; jika naik, kerugian dapat terjadi.
- Kelebihan: Eksekusi instan, tidak perlu dompet, leverage tinggi mungkin tersedia tergantung yurisdiksi, dan Anda berdagang dengan entitas yang diatur.
- Kekurangan: Anda tidak memiliki asetnya, dan Anda mungkin membayar biaya pembiayaan semalam (swap).
2. Margin Trading di Bursa Spot
Ini untuk trader yang ingin tetap berada dalam ekosistem kripto.
- Cara Kerjanya: Anda menggunakan kripto yang ada (seperti USDT atau BTC) sebagai jaminan untuk meminjam dana dari bursa. Anda kemudian menjual koin yang dipinjam.
- Kelebihan: Anda berdagang di buku pesanan yang sebenarnya.
- Kekurangan: Anda terpapar pada "risiko bursa" (peretasan atau ketidakmampuan membayar). Anda juga harus membayar bunga per jam atas koin yang dipinjam.
3. Perpetual Futures (Perps)
Ini adalah instrumen yang banyak digunakan di kalangan trader kripto profesional.
- Cara Kerjanya: Mirip dengan CFD tetapi asli untuk bursa kripto. Anda memperdagangkan kontrak yang melacak harga aset yang mendasarinya. Kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, jadi Anda dapat menyimpannya selama Anda dapat membayar "tingkat pendanaan."
- Kelebihan: likuiditas pasar tinggi, leverage tinggi (seringkali 50x atau 100x) tergantung yurisdiksi, dan kemampuan untuk tetap anonim di DEX (Decentralized Exchanges).
- Kekurangan: Tingkat pendanaan bisa mahal jika pasar ramai. Mekanisme likuidasi bisa cepat dan mengakibatkan kerugian yang signifikan.
Strategi CFD Kripto untuk Shorting
Melakukan short secara membabi buta karena "harganya naik terlalu banyak" secara luas dianggap berisiko tinggi. Pasar dapat tetap bergejolak atau bergerak irasional untuk waktu yang lama, menjadikan disiplin dan manajemen risiko sangat penting. Di bawah ini adalah pendekatan teknis yang umum dirujuk yang digunakan trader saat menganalisis potensi peluang short.
Fade "Blow-Off Top"
Pasar kripto dikenal dengan pergerakan parabola di mana harga naik tajam. Pergerakan ini tidak berkelanjutan dan seringkali berakhir dengan "blow-off top"—lonjakan tajam diikuti oleh penolakan cepat.
- Sinyal: Cari lilin harga vertikal dengan volume tinggi yang meninggalkan "sumbu" panjang di bagian atas. Ini mungkin menunjukkan momentum beli yang berkurang, meskipun tidak menjamin pembalikan.
- Perdagangan: Masuk ke posisi short saat harga menembus di bawah level terendah dari lilin penolakan tersebut. Kontrol risiko, termasuk level keluar yang telah ditentukan, biasanya digunakan.
Kelanjutan Bear Flag
Pasar jarang bergerak lurus. Mereka turun, berhenti (konsolidasi), lalu turun lagi. Jeda ini disebut "Bear Flag."
- Sinyal: Setelah penurunan tajam, harga dapat bergerak menyamping atau sedikit naik, seringkali dengan aktivitas perdagangan yang berkurang. Ini bisa menyerupai bendera yang terbentuk setelah pergerakan turun yang kuat.
- Perdagangan: Tunggu terobosan yang dikonfirmasi di bawah kisaran konsolidasi sebelum mempertimbangkan posisi short, dengan konfirmasi dan manajemen risiko memainkan peran penting.
Penembusan Support (Pembalikan Tren)
Ini adalah salah satu strategi trading yang paling umum digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren.
- Sinyal: Cari level support utama yang ditembus oleh harga. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual mungkin meningkat dan tren naik sebelumnya mungkin akan berbalik arah.
- Perdagangan: Masuk ke posisi short setelah penembusan yang dikonfirmasi, dengan stop-loss ditempatkan di atas level support yang ditembus sebelumnya.
Risiko Shorting Kripto
Meskipun shorting dapat menguntungkan, penting untuk memahami risiko yang terlibat:
- Potensi Kerugian Tak Terbatas: Tidak seperti membeli aset, di mana kerugian Anda terbatas pada jumlah yang Anda investasikan, potensi kerugian saat melakukan short secara teoritis tidak terbatas. Jika harga aset terus naik, Anda harus membeli kembali dengan harga yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan kerugian besar.
- Risiko Panggilan Margin: Jika Anda menggunakan leverage atau margin, Anda mungkin menerima "panggilan margin" jika pasar bergerak melawan Anda. Ini berarti Anda harus menyetor dana tambahan untuk mempertahankan posisi Anda, atau posisi Anda akan dilikuidasi secara paksa, yang mengakibatkan kerugian.
- Biaya Bunga dan Pendanaan: Meminjam aset untuk melakukan short biasanya dikenakan biaya bunga atau tingkat pendanaan, yang dapat mengikis keuntungan Anda dari waktu ke waktu, terutama pada posisi yang dipegang dalam jangka waktu lama.
- Risiko Bursa: Jika Anda melakukan short melalui bursa, Anda bergantung pada keamanan dan solvabilitas bursa tersebut. Peretasan atau kegagalan bursa dapat mengakibatkan hilangnya dana Anda.
- Volatilitas Pasar: Pasar kripto terkenal sangat fluktuatif. Pergerakan harga yang cepat dan tak terduga dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dalam waktu singkat.
Kesimpulan
Short selling bisa menjadi alat yang ampuh dalam perangkat trading Anda, terutama di pasar yang sedang tren turun. Namun, ini bukan tanpa risiko. Memahami mekanisme, berbagai metode, dan strategi yang terlibat, serta mengelola risiko Anda secara efektif, sangat penting untuk berhasil melakukan short crypto. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum terlibat dalam aktivitas trading apa pun.